Tag

,

Tahun ini, Keuskupan Agung Jakarta menetapkan sebagai  Tahun Syukur sesuai dengan Arah Dasar Pastoral 2011-2015. Komisi PSE dan Komisi Kerasulan Kitab Suci KAJ telah menyusun bahan Pendalaman Iman untuk 4 (empat) pertemuan.

Pertemuan-pertemuan ini disusun sebagai sebuah rangkaian proses yang bertujuan untuk mengajak umat untuk mengingat kembali makna Pra Paskah yaitu mengingat kembali karya penyelamatan serta menanggapi karya penyelamatan itu secara rohani dengan pertobatan dan secara jasmani dengan amal. Pertobatan merupakan tanggapan pribadi, bentuk nyatanya adalah pantang dan puasa. Amal merupakan kegiatan nyata untuk membantu sesama. Di Indonesia kita mengenal Aksi Puasa Pembangunan (APP), yang tercetus tahun 1970, sebagai kegiatan amal yang terkoordinir dalam hirearki gereja. Sampai dengan saat ini belum ada kegiatan serentak yang secara khusus melakukan evaluasi kegiatan APP.

Pada Masa Prapaskah tahun ini KAJ mencoba untuk melakukan evaluasi dengan membuat quesioner kepada umat. Banyak hal ditanyakan di formulir itu.

Namun dari segi pertanyaan dan proses yang berjalan selama ini saya berpendapat bahwa quesioner ini diperuntukkan untuk pemetaan umat. Hasil yg diharapkan yaitu evaluasi Ardas mungkin hanya pada beberapa pertanyaan terakhir, itupun saya rasa bias.

Tapi tak apalah, kita bisa belajar dari proses ini. Dan data yg digunakan bisa menjadi basis bagi proses pelayanan pastoral berbasis data berikutnya.

Semoga makin baik, terutama bagi pelayanan pastoral.

Iklan