Jangan Membawa Apa-apa

Am. 7:12-15; Mzm. 85:9ab,10,11-12,13-14; Ef. 1:3-14 (Ef. 1:3-10); Mrk. 6:7-13.
BcO Ayb. 1:1-22.

Puncak dari bacaan perutusan pada bacaan minggu ini sedikit keras dan di luar kebiasaan saya. Ketika saya tugas luar kota, saya terlebih dahulu menyiapkan perlengkapan yang sekiranya dibutuhkan. Apakah dengan bacaan ini kita dilarang untuk merencanakan dan menyiapkan setiap tugas yang diterima?

Mempersiapkan sesuatu cenderung membuat kita mencari suatu titik/keadaan yang membuat kita nyaman. Kita memperkirakan segala hal yang sekiranya mampu dilakukan, bahkan mencari jalan keluar bila tidak merasa nyaman. Apakah ini jiwa utusan yang diingini?

Karena dengan tidak membawa apa-apa ketaatan, konsistensi dan ketekunan diuji. Dengan tidak membawa apa-apa akan terlihat kepada siapa sebenarnya iman tertaut.

Iklan

Materi BKSN 2018 KAJ

Tag

Pagi ini ada pertemuan Sosialisasi Bahan Pendalaman Iman Bulan Kitab Suci 2018 untuk Keuskupan Agung Jakarta. Saya sendiri tidak mengikutinya, namun mendapatkan bahan dari grup WA Seksi Kerasulan Kitab Suci Dekenat.

Konsep utamanya adalah Tahun Persatuan dengan mempersiapkan bersama Tahun Politik. Berbeda namun tetap menjaga kebersamaan dalam persekutuan.

Anda bisa mengunduh dari berkas sharing saya bila ingin.

Selamat bermalam minggu.

Kepada Siapa?

Hos. 14:2-10; Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10:16-23.
BcO Ams. 15:8-30; 16:1-9.

Manusia modern telah membuat peralatan yang memudahkan kehidupan mereka. Mereka membuat berbagai macam hukum yang diharapkan dapat membuat semua nyaman dan aman. Dengan pikiran mereka semua itu ada dan dibuat.

Membaca bacaan hari ini mengingatkan saya. Kepada apa/siapa saya lebih takut, kepada apa/siapa saya lebih bergantung, kepada apa/siapa pikiran saya tertaut, dan kepada-kepada yang lain.

Hukum dan benda-benda penolong yang dibuat untuk memudahkan ini membuat saya semakin aman dan nyaman. Namun tetap saya belum menemukan kedamaian, masih menyisakan rasa khawatir.

Mungkin bacaan Hosea ini relevan. Masih berseru, “Ya, Allah kami!” kepada buatan tangan kami.

Karakter Pekerja

Hos. 10:1-3,7-8,12; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Mat. 10:1-7;
BcO Ams. 9:1-18.

Bila bacaan kemarin mengingatkan untuk bekerja sesuai tugas dan tak banyak komentar mengenai tugas orang lain, hari ini diingatkan akan perutusan. Dimana bacaan Injil bercerita tentang kedua belas murid yang diutus pergi berdua-dua mencari kepada domba yang hilang dan memberitakan kerajaan sorga yang sudah dekat. Bacaan I menceritakan hancurnya kerajaan-kerajaan Israel.

Kerajaan berbicara mengenai kekuasaan, hukum dan hirearki. Perwujudannya ada pada para pemimpin dan pekerjanya. Ketika para pekerja diutus untuk melakukan tugas masing-masing terdapat banyak umpan balik. Bagaimana karakter pekerja yang baik?

Hari ini juga merupakan peringatan wajib St Benediktus, Sang Pelindung Eropa. Contoh orang kudus yang memiliki karakter taat, konsisten dan tekun dalam menjalankan tugas perutusannya. Sebuah contoh nyata yang bisa kita ambil dalam tetap bekerja.

3K: Ketaatan, Konsistensi dan Ketekunan.