Leaflet Yubelium Umat KAJ

Selain Hymne Yubelium, ada materi singkat yang dibagikan oleh Keuskupan Agung Jakarta kepada umat berupa leaflet sebagai panduan umat dalam memasuki Tahun Suci Yubelium 2025.

Semua mengenai latar belakang, makna, dan pelaksanaan ibadah yang disarankan untuk mencapai Rahmat Indulgensi dalam Tahun Yubelium ini ada di sini.

Semoga kita dapat meraih Rahmat Indulgensi dalam peziarahan kita di Tahun Yubelium ini.

Peziarah Pengharapan: Hymne Yubelium 2025

Berikut adala Hymne Tahun Suci Yubelium 2025 dari Youtube Komsos KAJ.

Untuk teks dan notasi angka bisa diunduh di sini.

Tahun Yubelium: Peziarahan Harapan

Tahun Yubelium 2025 mengundang kita untuk menjalani peziarahan iman menuju pembaruan harapan. Dengan menghidupi pesan Alkitab, tradisi Gereja, dan arahan Paus Fransiskus, kita dapat menjadi saksi kasih dan rahmat Allah dalam dunia yang haus akan damai dan keadilan.

Dasar Alkitabiah

Tahun Yobel (disebut juga Tahun Pembebasan) berasal dari perintah Tuhan dalam Kitab Imamat 25:8-55. Berikut adalah elemen utama yang diatur:

  • Perhitungan waktu: Setelah tujuh kali tujuh tahun (49 tahun), tahun ke-50 ditetapkan sebagai Tahun Yobel.
  • Pembebasan tanah dan budak: Dalam Tahun Yobel, tanah yang dijual harus dikembalikan kepada pemilik asli, dan orang-orang yang terjual sebagai budak harus dibebaskan.
  • Istirahat bagi tanah: Tahun Yobel juga merupakan tahun sabat di mana tanah tidak boleh ditanami, melainkan dibiarkan beristirahat.
  • Kesetaraan ekonomi dan sosial: Tujuan utama Tahun Yobel adalah memulihkan keadilan, mengurangi kesenjangan sosial, dan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memulai kembali.
Lanjutkan membaca “Tahun Yubelium: Peziarahan Harapan”

Menghidupi Iman dan Pengampunan

	
Pw St. Martinus dr Tours
Bacaan 1: Tit 1:1-9
Mazmur: Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6
Bacaan Injil: Luk 17:1-6;
BcO 1 Mak 1:41-64
Warna Liturgi Putih

Hari ini kita memperingati Santo Martinus dari Tours, seorang uskup yang dikenal karena belas kasih dan dedikasinya. Dalam bacaan Kitab Suci, tema kepemimpinan yang kudus dan ajakan untuk mengampuni disampaikan dengan kuat melalui Surat Paulus kepada Titus dan Injil Lukas. Kedua bacaan ini menyoroti panggilan iman yang melibatkan integritas, kebenaran, dan kasih yang tidak terbatas. Semangat dan tindakan Santo Martinus mencerminkan teladan ajaran iman yang terus-menerus mengarahkan orang beriman pada kasih Kristus yang utuh.

Kepemimpinan yang Kudus

Dalam Surat Paulus kepada Titus, Paulus memberikan nasihat tentang kualitas kepemimpinan rohani yang harus dipegang oleh para penatua. Ia menekankan bahwa para pemimpin rohani, sebagai wakil Allah, perlu memiliki kehidupan yang saleh, bijaksana, adil, dan mampu menasihati jemaat dalam kebenaran. Kepemimpinan dalam Gereja bukan hanya soal kekuasaan, melainkan tentang melayani dalam kesucian dan ketaatan kepada Allah.

Paulus menggarisbawahi bahwa seorang pemimpin harus “tak bercacat,” yang berarti ia harus mampu menjadi teladan bagi umat. Selain itu, seorang penatua harus “tidak angkuh, bukan pemberang, dan tidak serakah,” melainkan penuh kasih, pengampunan, dan kebijaksanaan yang mencerminkan hidup Kristus.

Lanjutkan membaca “Menghidupi Iman dan Pengampunan”
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai