Tahun Baru, Kegalauan Baru

Tag

, , ,

Masih ingat tulisan saya ini? Silakan baca sebelum meneruskan membaca yang satu ini.

Ya, ini bukan tentang tahun baru masehi, tapi ini tentang tahun baru penanggalan liturgi. Saya tak mau berdebat, saat ini pikiran saya sedang penuh. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dengan gamblang dan dapat diterima menimbulkan kegalauan baru.

Tahun Baru, Bagaimana Resolusi Lama?

Saya sendiri entah membuat resolusi apa tahun ini. Tahun ini adalah tahun dengan tingkatan keimanan terendah sejak saya bergabung dengan komunitas. 10 (sembilan) tahun sejak pengenalan, dan 8 (delapan) tahun semenjak bergabung. Sudah banyak hal yang saya lewati, yang harusnya setiap langkah itu bisa saya ceritakan. Tapi biarlah. Baca lebih lanjut

Memaafkan dan Melupakan

Tag

, , , , ,

1 (satu) tahun terakhir ini banyak hal yang terjadi yang membuat saya merasa harus menjadi lebih menutup diri. Kehidupan saya hampir saja tidak dapat saya selamatkan lagi karena, kesalahan saya sendiri, yang terlalu membuka diri. Kenyamanan dan rutinitas menjadi sebuah hal yang harus saya hindari saat ini.

Membuka Diri

Ketika sebagian orang berkata bahwa open-minded adalah sebuah cara yang baik dalam berbaur, saya menyetujuinya. Membuka pikiran dan menyaring hal-hal baru di komunitas merupakan cara yang baik dalam memperbaiki dan mengenal diri sendiri dengan bantuan cermin, berkaca dari pengalaman orang lain. Cara yang baik untuk belajar memperoleh kebijaksanaan dalam kehidupan. Tidak ada yang salah dengan ini, dan saya menyetujuinya.

Namun bila menengok 1,5 (satu setengah) tahun belakangan ini saya merasa perlu ada pembatasan. Membuka pikiran bukan seutuhnya membuka diri, masih ada pembatasan informasi keluar dan masuk yang perlu penyaringan. Mungkin kata yang lebih tepat adalah privacy. Baca lebih lanjut

7 Keajaiban Dunia

Tag

, ,

Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang guru memeriksa tugas itu. Sebagian besar siswa menulis demikian:

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Candi Borobudur

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir.

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam. Baca lebih lanjut

Persiapan Pendalaman Iman Masa Prapaskah (APP)

Tag

, , ,

Hari Sabtu yang lalu, 23 Januari 2016, Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Jakarta mengadakan sosialisasi materi Pendalaman Iman Masa Prapaskah. Pada pertemuan yang diundang adalah Seksi Kerasulan Kitab Suci paroki. Materi yang disampaikan sama dengan yang sebelumnya telah disampaikan juga pada pertemuan seksi liturgi maupun seksi sosial.

Materi presentasi telah dibagikan melalui surat elektronik (e-mail). Terima kasih kepada Ibu Vero yang telah mengirimkan kepada saya.

Selain dikirimkan hari itu juga melalui surat elektronik, materi presentasi bisa juga dilihat pada laman facebook Komisi KKS KAJ. Materi diunggah sebagai gambar per slide presentasi. Berikut akses langsung per materi :

  1. Pendahuluan.
  2. Pertemuan Pertama.
  3. Pertemuan Kedua.
  4. Pertemuan Ketiga.
  5. Pertemuan Keempat.

Hari ini pun Seksi KKS Dekenat Utara mengadakan pertemuan dengan disertai sharing dari Ibu Lucy Ambarwati, Ketua/Koordinator Seksi KKS Se-dekenat Utara, mengenai materi ini. Mudah-mudahan saya bisa sharing pada postingan berikutnya mengenai materi.

Semoga bisa membantu.