Tuan Kedua, Sang Mamon

Entah kenapa saya masih terngiang Bacaan Minggu VIII Tahun A kemarin. Mungkin alam bawah sadar saya tergugah karena sikap yang seringkali muncul karena melihat kondisi perekonomian dan politik akhir-akhir ini. Sikap pesimis dan khawatir yang makin sering muncul.

Tak menampik bahwa adanya kekhawatiran

Iklan

Pelayan yang tidak Melawan

Tag

, , , ,

Minggu Biasa XI, Warna: Hijau
B1: 2 Kor 6:1-10; M: Mzm 98:1, 2-3ab, 3cd-4; I: Mat 5:38-42
OK: Gregorius Barbagio

Sering kali, meskipun saya sudah tidak lagi, jiwa muda saya bergejolak ketika menerima permintaan yang tidak seharusnya, kenyamanan saya terusik, atau mendapat tambahan pekerjaan tatkala beban kerja sedang di posisi puncak. Ketidakadilan itu adalah rasa yang muncul pertama kali. Namun apakah adil itu?

Adil atau tak adil yang kita lihat seringkali hanya berasal dari diri sendiri, satu sudut pandang, milik pribadi. Tidak adanya pembanding membuat ketidakseimbangan dalam berfikir. Sangat tidak bijaksana bila memutuskan dalam kondisi demikian. Akankah adil keputusannya?

Sering muncul rasa enggan memberi total, bahkan lebih. Namun bila menuntut hak lebih sering menginginkan lebih. Kejiwaan yang tumbuh dibalik bayang-bayang ketakutan yang tak perlu. Kejiwaan yang berkembang dalam hidup kelam masa lalu.

Ingin lebih adalah awal. Adil adalah proses. Bijaksana adalah citra. Putuskan kembali cerita yang ingin dibangun dari awal.

Santo Thomas dari Aquino, Sang Pujangga Malaikat

Peringatan Wajib St. Tomas Aquino
Bacaan I: Ibr. 9: 15,24-28;
Mazmur: Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6;
Bacaan Injil: Mrk. 3:22-30;
BcO Rm. 8:18-39.
Warna liturgi: Putih

Ini adalah catatan saya mengenai Sang Pujangga Gereja dimana saya berlindung sejak dibaptis. Dikumpulkan dari sumber:

Baca lebih lanjut

Jangan Membawa Apa-apa

Am. 7:12-15; Mzm. 85:9ab,10,11-12,13-14; Ef. 1:3-14 (Ef. 1:3-10); Mrk. 6:7-13.
BcO Ayb. 1:1-22.

Puncak dari bacaan perutusan pada bacaan minggu ini sedikit keras dan di luar kebiasaan saya. Ketika saya tugas luar kota, saya terlebih dahulu menyiapkan perlengkapan yang sekiranya dibutuhkan. Apakah dengan bacaan ini kita dilarang untuk merencanakan dan menyiapkan setiap tugas yang diterima?

Mempersiapkan sesuatu cenderung membuat kita mencari suatu titik/keadaan yang membuat kita nyaman. Kita memperkirakan segala hal yang sekiranya mampu dilakukan, bahkan mencari jalan keluar bila tidak merasa nyaman. Apakah ini jiwa utusan yang diingini?

Karena dengan tidak membawa apa-apa ketaatan, konsistensi dan ketekunan diuji. Dengan tidak membawa apa-apa akan terlihat kepada siapa sebenarnya iman tertaut.