Setiap Orang yang Meminta, Menerima

Hari Biasa
Bacaan I: Gal. 3:1-5
Mazmur Tanggapan: Luk. 1:69-70,71-72,73-75
Bacaan Injil: Luk. 11:5-13.
BcO Sir. 5:1-6:4.
Warna liturgi Hijau

Apa itu empati? Empati adalah kemampuan untuk bisa mengerti atau memahami apa yang orang lain rasakan secara emosional. Untuk lebih jelasnya, empati adalah bagaimana kamu membayangkan diri kamu sedang berada di posisi orang lain atau melihat dari sudut pandang orang lain. Bagaimana kita bisa masuk ke dalam perasaan orang lain.

Memiliki kepekaan terhadap situasi sosial sangat dituntut dari diri kita karena kita adalah makhluk sosial. Dengan kondisi yang tidak menentu saat ini dan kita semakin intens dengan orang-orang yang merupakan orang terdekat kita, terkadang kita menyadari kondisi masing-masing. Bersyukur atau tidak, merangkul atau menyalahkan, bisa jadi menimbulkan masalah baru. Untuk menyikapi agar tidak timbul permasalahan hendaknya menggunakan empati.

Lanjutkan membaca “Setiap Orang yang Meminta, Menerima”

KAJ Menyikapi Lockdown

Keuskupan Agung Jakarta sudah mulai menyikapi adanya persebaran Covid-19.

Jakarta – Keuskupan Agung Jakarta mengikuti anjuran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniadakan misa Minggu di gereja. Misa Minggu ditiadakan selama dua pekan ke depan demi mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Selama 15 hari, mulai tanggal 20 Maret sampai dengan 3 April 2020, semua kegiatan kegerejaan yang mengumpulkan banyak orang berikut ini ditiadakan,” ujar Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, Romo Samuel Pangestu dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2020).

Berita diambil dari detik.

Silakan subscribe channel youtube Komisi Sosial KAJ untuk rekaman dan mengikuti streaming pada saat misa.

Remah-remah yang Jatuh

Hari Biasa, Pekan Biasa V
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1 Raj 11:4-13
Mazmur Tanggapan: Mzm 106:3-4,35-36,37,40
Bait Pengantar Injil: Yak 1:21
Bacaan Injil: Mrk 7:24-30

Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Seringkali sudut pandang atau persepsi adalah suatu hal yang hanya bisa dipahami oleh sang pemilik pandangan. Lain posisi berdiri maka seseorang akan melihat dan memahami suatu benda dalam kondisi yang berbeda dengan orang lain. Seorang yang duduk dan menghadap meja perjamuan akan melihat hal yang berbeda dengan seekor anjing yang menunggu jatuhnya makanan.

Tuan Kedua, Sang Mamon

Entah kenapa saya masih terngiang Bacaan Minggu VIII Tahun A kemarin. Mungkin alam bawah sadar saya tergugah karena sikap yang seringkali muncul karena melihat kondisi perekonomian dan politik akhir-akhir ini. Sikap pesimis dan khawatir yang makin sering muncul.

Tak menampik bahwa adanya kekhawatiran