KAJ Menyikapi Lockdown

Tag

,

Keuskupan Agung Jakarta sudah mulai menyikapi adanya persebaran Covid-19.

Jakarta – Keuskupan Agung Jakarta mengikuti anjuran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniadakan misa Minggu di gereja. Misa Minggu ditiadakan selama dua pekan ke depan demi mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Selama 15 hari, mulai tanggal 20 Maret sampai dengan 3 April 2020, semua kegiatan kegerejaan yang mengumpulkan banyak orang berikut ini ditiadakan,” ujar Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta, Romo Samuel Pangestu dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2020).

Berita diambil dari detik.

Silakan subscribe channel youtube Komisi Sosial KAJ untuk rekaman dan mengikuti streaming pada saat misa.

Remah-remah yang Jatuh

Tag

, , ,

Hari Biasa, Pekan Biasa V
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1 Raj 11:4-13
Mazmur Tanggapan: Mzm 106:3-4,35-36,37,40
Bait Pengantar Injil: Yak 1:21
Bacaan Injil: Mrk 7:24-30

Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Seringkali sudut pandang atau persepsi adalah suatu hal yang hanya bisa dipahami oleh sang pemilik pandangan. Lain posisi berdiri maka seseorang akan melihat dan memahami suatu benda dalam kondisi yang berbeda dengan orang lain. Seorang yang duduk dan menghadap meja perjamuan akan melihat hal yang berbeda dengan seekor anjing yang menunggu jatuhnya makanan.

Tuan Kedua, Sang Mamon

Tag

, ,

Entah kenapa saya masih terngiang Bacaan Minggu VIII Tahun A kemarin. Mungkin alam bawah sadar saya tergugah karena sikap yang seringkali muncul karena melihat kondisi perekonomian dan politik akhir-akhir ini. Sikap pesimis dan khawatir yang makin sering muncul.

Tak menampik bahwa adanya kekhawatiran

Pelayan yang tidak Melawan

Tag

, , , ,

Minggu Biasa XI, Warna: Hijau
B1: 2 Kor 6:1-10; M: Mzm 98:1, 2-3ab, 3cd-4; I: Mat 5:38-42
OK: Gregorius Barbagio

Sering kali, meskipun saya sudah tidak lagi, jiwa muda saya bergejolak ketika menerima permintaan yang tidak seharusnya, kenyamanan saya terusik, atau mendapat tambahan pekerjaan tatkala beban kerja sedang di posisi puncak. Ketidakadilan itu adalah rasa yang muncul pertama kali. Namun apakah adil itu?

Adil atau tak adil yang kita lihat seringkali hanya berasal dari diri sendiri, satu sudut pandang, milik pribadi. Tidak adanya pembanding membuat ketidakseimbangan dalam berfikir. Sangat tidak bijaksana bila memutuskan dalam kondisi demikian. Akankah adil keputusannya?

Sering muncul rasa enggan memberi total, bahkan lebih. Namun bila menuntut hak lebih sering menginginkan lebih. Kejiwaan yang tumbuh dibalik bayang-bayang ketakutan yang tak perlu. Kejiwaan yang berkembang dalam hidup kelam masa lalu.

Ingin lebih adalah awal. Adil adalah proses. Bijaksana adalah citra. Putuskan kembali cerita yang ingin dibangun dari awal.