Tag

,

Hari biasa , Pekan II Paskah
Bacaan I : Kis. 5:17-26
Mazmur : Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9;
Bacaan Injil : Yoh. 3:16-21.
BcO Why. 2:12-29
Warna liturgi: Putih

Membaca perikop Injil hari ini mungkin sudah biasa. Tapi pasti ada hal baru setiap hari, kan? Ketika membaca perikop ini, saya menemukan sesuatu yang meringankan beban di ayat terakhir, [Yoh 3:21] “tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Seringkali saya melihat sesuatu terpaku pada posisi saat ini, apa yang saya hadapi. Saya melihat seseorang melalui kondisinya saat ini, apa yang dia perbuat terhadap saya, manfaat untuk saya. Saya merasa diingatkan bahwa terkadang harus memaksa diri untuk memahami apa yang akan terjadi, melihat tujuan sesungguhnya dari seseorang dan belajar untuk bersyukur.

Perjalanan ada sebuah proses yang harus dilalui setapak demi setapak, bukan? Terkadang kita ingin selalu berlari agar bisa sampai pada tujuan akhir secepatnya. Itu manusiawi. Namun apakah dalam tapak-tapak kaki yang kita tinggalkan dapat tercetak jelas proses yang kita jalani?

Tapak kaki yang kita tinggalkan dan tanah yang kita pijak akan menjelaskan seberapa dalam setiap langkah yang kita lewati diselesaikan. Semua akan jelas tertinggal. Namun apakah kita bisa melihat tapak kaki kita sendiri?

Ya, banyak pertanyaan di sini yang harus saya jawab sendiri.

Terang adalah tujuan. Tapak kaki akan menjelaskan proses. Haruskah berlari?

Tak dijelaskan Dia meminta untuk kita berlari. Tujuan dan hal yang mendasari langkah akan menjadi menyatakan semua.

Iklan