Karakter Pekerja

Hos. 10:1-3,7-8,12; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Mat. 10:1-7;
BcO Ams. 9:1-18.

Bila bacaan kemarin mengingatkan untuk bekerja sesuai tugas dan tak banyak komentar mengenai tugas orang lain, hari ini diingatkan akan perutusan. Dimana bacaan Injil bercerita tentang kedua belas murid yang diutus pergi berdua-dua mencari kepada domba yang hilang dan memberitakan kerajaan sorga yang sudah dekat. Bacaan I menceritakan hancurnya kerajaan-kerajaan Israel.

Kerajaan berbicara mengenai kekuasaan, hukum dan hirearki. Perwujudannya ada pada para pemimpin dan pekerjanya. Ketika para pekerja diutus untuk melakukan tugas masing-masing terdapat banyak umpan balik. Bagaimana karakter pekerja yang baik?

Hari ini juga merupakan peringatan wajib St Benediktus, Sang Pelindung Eropa. Contoh orang kudus yang memiliki karakter taat, konsisten dan tekun dalam menjalankan tugas perutusannya. Sebuah contoh nyata yang bisa kita ambil dalam tetap bekerja.

3K: Ketaatan, Konsistensi dan Ketekunan.

Iklan

Lakukan atau Hanya Komentar

Hos. 8:4-7,11-13; Mzm. 115:3-4,5-6,7ab-8,9-10; Mat. 9:32-38.
BcO Ams. 8:1-5,12-36.

Melihat seseorang bekerja, terkadang kita memiliki kritik yang dilontarkan secara sengaja maupun tak sengaja. Kita memiliki sudut pandang lain, entah tentang bagaimana melakukannya, atau hasil yang diharapkan. Pun saya, seringkali memiliki pandangan lain saat melihat sekeliling, baik saat berkendara maupun melihat orang melakukan presentasi laporannya.

Dalam bacaan hari ini, saya diingatkan untuk belajar diam dan diam-diam belajar. Karena seringkali kita tidak tahu proses yang telah berjalan.

Pekerja yang sedikit itu adalah orang yang benar-benar melakukan tugasnya ditengah banyaknya tugas. Semoga saja kita tak sering mengeluh dan hanya berkomentar. Tetap melakukan tugas dan belajar dari sekitar.

Masa Pemulihan

Am. 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 9:14-17.
BcO Yes. 59:1-14.

Entah.. Tak ada rasa yang dapat mewakili.

Saya pernah mendapatkan sakit. Sudah mendapatkan resep untuk sembuh dan tetap sehat. Namun ternyata untuk benar-benar sembuh dan tetap sehat tidak semudah yang terlihat.

Masa pemulihan tidak berjalan seperti yang saya pikirkan. Tidak berat, namun entah, penyakit itu sering kembali terasa.

Hanya rindu untuk kembali seperti awal mula.

Pesan dan Kenyataan

Pada bacaan Perjanjian Lama hari ini menceritakan mengenai Janda di Sarfat, dimana Nabi Elia di utus. Masa itu adalah masa kekeringan, karena tak ada hujan diturunkan.

Cerita Lama

Saya sering mendengar cerita ini dibacakan. Dari saat saya kanak-kanak, cerita ini memberikan gambaran bahwa dalam suasana “kekeringan”, Dia akan mengutus orang yang akan memberikan jalan keluar dengan cara-cara-Nya yang ajaib. Dia mengutus penolong yang menjadi utusannya membantu setiap kebutuhan.

Kini, saya kembali membaca ini, saya tertegun. Karena pada awal bacaan, janji yang diberikan-Nya, adalah untuk sang utusan. Dimana dia dijanjikan tempat yang nyaman dan mengenyangkan di tengah “kekeringan”. Tapi apa? Apakah Dia ingkar janji?

Cerita Indah Masa Kanak-Kanak

Mungkin dahulu saat masih anak-anak, cerita yang didengar memang seharusnya sebuah cerita yang terdengar indah dan memberikan harapan. Baca lebih lanjut