Peringatan Wajib St. Tomas Aquino
Bacaan I: Ibr. 9: 15,24-28;
Mazmur: Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6;
Bacaan Injil: Mrk. 3:22-30;
BcO Rm. 8:18-39.
Warna liturgi: Putih

Ini adalah catatan saya mengenai Sang Pujangga Gereja dimana saya berlindung sejak dibaptis. Dikumpulkan dari sumber:

Kehidupan Sang Pujangga

Thomas lahir di Aquino, dekat Monte Cassino, Italia pada tahun 1225. Keluarganya adalah sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Ayahnya adalah Pangeran Landulph, berasal dari Aquino, sedang ibunya adalah Theodors, adalah putri bangsawan dari Teano.

Ketika berusia 5 tahun, Thomas dikirim pada para rahib Benediktin di biara Monte Cassino. Disana Thomas memperlihatkan suatu kepandaian yang luar biasa. Ia belajar dan tekun berefleksi serta tertarik pada segala sesuatu tentang Tuhan. Ketika berusia 14 tahun, Abbas Monte Cassino, yang kagum akan kepintaran Thomas mengirimnya ke Universitas Napoli.

Di Universitas itu, Thomas berkembang pesat dalam pelajaran filsafat, logika, retorik, musik dan matematika. Ia bahkan jauh lebih pintar dari guru gurunya pada masa itu. Di Napoli, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan karya karya Aristoteles yang sangat mempengaruhi pandangan pandangannya di kemudian hari.

Pemikiran, Pendirian dan Panggilan

Thomas yang tetap menjauhi semangat duniawi dan korupsi yang merajalela di Napoli, segera memutuskan untuk menjalani kehidupan membiara. Ia tertarik pada corak hidup dan karya pelayanan para biarawan Ordo Dominikan yang tinggal di sebuah biara dekat kampus universitas tempat ia belajar. VERITAS (kebenaran) yang menjadi motto bagi para Biarawan Dominikan sangat menarik perhatian Thomas. Keluarganya berusaha menghalang halangi dia agar tidak menjadi seorang biarawan Dominikan. Mereka lebih suka kalau Thomas menjadi seorang biarawan Benediktin di biara Monte Cassino. Untuk itu berkat pengaruh keluarganya, dia diberi kedudukan sebagai Abbas di biara Monte Cassino. Tetapi Thomas dengan gigih menolak hal itu. Agar bisa terhindar dari campur tangan keluarganya, ia pergi ke Paris untuk melanjutkan studi. Tetapi di tengah jalan, ia ditangkap oleh kedua kakaknya dan dipenjarakan di Rocca Secca selama 2 tahun. Selama berada di penjara itu, keluarganya memakai berbagai cara untuk melemahkan ketetapan hatinya. Meskipun demikian, Thomas tetap teguh pada pendirian dan panggilannya.

Di dalam penjara itu, Thomas menceritakan rahasianya kepada seorang sahabat, bahwa ia telah mendapat rahmat istimewa. Ia telah berdoa meminta kemurnian budi dan raga pada Tuhan. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengutus dua orang malaekat untuk meneguhkan dia dan membantunya agar tidak mengalami cobaan-cobaan yang kotor dan berat.

Selama berada di penjara, Thomas di ijinkan membaca buku-buku rohani dan terus menerus mengenakan jubah Ordo Dominikan. Ia menggunakan waktunya untuk mempelajari Kitab Suci, Metafisika Aristotelesdan buku-buku dari Petrus Lombardia. Ia sendiri membimbing saudarinya dalam merenungkan Kitab Suci hingga akhirnya tertarik juga menjadi biarawati. Akhirnya keluarganya menerima kenyataan bahwa seorang Thomas tidak dapat dipengaruhi. Mereka membebaskan Thomas dan membiarkan dia meneruskan panggilannya sebagai seorang biarawan Dominikan

Misi dan Akhir Masa

Untuk sementara Thomas belajar di Paris.ia kemudian melanjutkan studinya di Cologna, Jerman di bawah bimbingan Santo Albertus Magnus, seorang imam Dominikan yang terkenal pada waktu itu.

Di Cologna, Thomas ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1250. Pada tahun 1252 ia diangkat menjadi Professor Universitas Paris dan tinggal di biara Dominikan Santo Yakobus. Ia mengajar Kitab Suci dan lain-lainnya di bawah bimbingan seorang professor kawakan. Tak seberapa lama Thomas terkenal sebagai seorang pujangga yang tak ada bandingannya pada masa itu. Ia jauh melebihi Albertus Magnus pembimbingnya di Cologna dalam pemikiran dan kebijaksanaan.

Tulisan-tulisannya menjadi harta Gereja yang tak ternilai hingga saat ini. Taraf kemurnian hatinya tidak kalah dengan ketajaman akal budinya yang mengagumkan; kerendahan hatinya tak kalah dengan kecerdasan budi dan kebijaksanaannya. Oleh karena itu, Thomas diberi gelar Doctor Angelicus, yang berarti Pujangga Malaekat.
Pada tahun 1264, ia ditugaskan oleh Sri Paus Urbanus IV (1261 – 1264) untuk menyusun teks liturgi misa dan Ofisi pada pesta Sakramen Mahakudus. Lagu-lagu pujian (hymne) antara lainnya adalah Sacris Solemniis dan Lauda Sion menunjukkan keahliannya dalam sastra Latin dan Ilmu Ke-Tuha-nan.

Dalam suatu penampakan, Yesus Tersalib mengatakan kepadanya Thomas engkau telah menulis sangat baik tentang diri-Ku. Balasan apakah yang kau inginkan daripada-Ku? Thomas menjawab: Tidak lain hanyalah diri-Mu.

Dalam perjalanannya untuk menghadiri Konsili Lyon, Prancis, Thomas meninggal dunia di Fossa Nuova pada tahun 1274.

Karya-Karya

Karyanya yang utama – yang salah satunya tetap menjadi acuan teologi Katolik Roma berjudul Summa Teologika. Dia menelaah eksplorasi teologi sistimatik, menggabungkan kebijaksanaan Yunani dengan kutipan-kutipan Kitab Suci dan tulisan para Bapa Gereja, termasuk di dalamnya topik-topik hangat dalam teologi yang berlangsung pada abad pertengahan.

St. Thomas Aquinas sering disebut sebagai salah satu dari yang terbesar, mungkin yang paling besar dari para filsuf dan teolog Katolik, dan memang demikianlah dia. Tetapi dia juga salah satu dari para pembela terbesar devosi Ekaristi, dan dia juga menjelaskan tahapan proses misterius hosti berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus, bahkan St. Thomas Aquinas bukan hanya menjelaskan tentang transubstantiasi (perubahan elemen-elemen Ekaristik menjadi Tubuh dan Darah Kristus, hanya wujud fisiknya tetap berupa roti dan anggur saja yang tidak berubah), tetapi juga menemukan kata atau sebutan untuk hal itu untuk pertama kalinya.

Ketika sebuah upacara baru “Corpus Christi” (Tubuh Kristus) dimasukkan ke dalam kalendar Gereja tahun 1264, maka St. Thomas Aquinas menulis liturgi untuk itu.
Liturgi Corpus Christi dari St. Thomas Aquinas termasuk di dalamnya urut-urutan “Laude Sion” hymne ibadat sore (Vesper) “Pange Lingua” yang ditutup dengan “Tantum Ergo” dinyanyikan selama Pemberkatan Sakramen Maha Kudus (Benediction of Blessed Sacrament), hymne ibadat pagi “Sacris Soles” diakhiri dengan “Panis Angelicus” dan hymne ibadat pagi “Verbum Supernum Prodiens” diakhiri dengan lagu Benediction lainnya “O Salutaris Hostia”. Semua itu sangat dikenal umat Katolik selama berabad-abad, dan hymne-hymne Latin yang hebat ini masih tetap dinyanyikan di banyak tempat sampai hari ini.

Pada tahun 1272 St. Thomas Aquinas telah menyelesaikan bagian kedua dari karya besarnya “Summa Theologiae”, dan memulai bagian ketiga mengenai Inkarnasi dan Sakremen-Sakramen. Argumen terakhirnya di Universitas Paris adalah tentang Inkarnasi. Kemudian pada tahun 1272 juga dia membentuk sebuah pusat belajar yang baru di daerah dekat Naples, dan pada tahun 1273 dia menghasilkan rangkaian 59 khotbah tentang belas kasih, berbagai peraturan, kitab-kitab dari para murid Yesus, Bapa kami dan tentu saja Salam Maria. Satu dari khotbah-khotbah ini diberikan setiap hari, ratusan orang datang dari Naples untuk mendengarkannya.

Doa

Banyak doa-doa dan lagu syukur dalam buku Misa yang merupakan karya St Thomas Aquinas. Namun selain karya-karya yang dalam upacara liturgi, pengakuan dirinya sebagai Doktor Gereja pada tahun 1567 dengan pengangkatan sebagai santo pelindung sekolah/universitas, teologan, filsuf dan para pelajar/mahasiswa.

Doa Sebelum Belajar

doa-sebelum-belajar

Ya Pencipta yang tak terperikan, dari harta kebijaksanaan-Mu, Engkau menunjuk tiga hierarki malaikat, menempatkan mereka di atas surga yang tertinggi dalam rancangan yang menakjubkan, dan menyebarkan dengan indah, bagian-bagian yang berbeda dari alam semesta.

Saya berkata: Dikau, yang sungguh adalah sumber terang dan kebijaksanaan, berkenanlah untuk menuangkan di atas akal budiku sinar-Mu yang cemerlang,dan hapuskanlah dariku kegelapan ganda di mana aku dilahirkan, yakni dosa dan kebodohan.

Dikau yang membuat fasih lidah bayi-bayi, didiklah lidahku dan tuangkanlah rahmat kebaikanmu di atas bibirku. Anugerahkanlah kepadaku pengertian yang tajam, kapasitas untuk mengingat, metode dan kemudahan dalam belajar, penafsiran yang mendalam, dan kefasihan dalam berbicara. Instruksikanlah permulaannya, arahkanlah prosesnya, selesaikanlah akhirnya.

Dikau yang sungguh Allah dan sungguh manusia, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Iklan