Tag

, , , ,

HARI MINGGU PASKAH II,
Hari Minggu Kerahiman Ilahi
Kis. 4:32-35; Mzm. 118:2-4,16ab-18,22-24; 1Yoh. 5:1-6; Yoh. 20:19-31.
BcO Kol 3:1-17.
Warna liturgi: Putih

Kemarin sore, saya seharian ada di sekitaran Alam Sutera. Dan berhubung hari ini akan ada acara keluarga, saya dan keluarga mengikuti Misa di Paroki Alam Sutera. Pada Homili, Pastor Yohanes (kalau tidak salah), memberikan sudut pandang lain mengenai Bacaan Injil yang mengingatkan saya.

Minggu Kerahiman Ilahi identik, menurut saya, dengan sindiran akan ketidakpercayaan dan kurangnya iman kita. Karena tak dipungkiri, melalui Bacaan Injil, dari salah satu sudut kita dapat melihat bahwa ada Thomas yang tidak percaya bahkan dengan saksi semua teman-teman seperjuangannya sesama murid Yesus. Thomas atau Didimus berkata:

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Namun, ketidakpercayaan ini membuat ia adalah satu-satunya murid yang mencucukkan jarinya ke luka-luka Yesus, bahkan merogoh luka lambungnya.

“Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Terkadang, kita mencari tanda sebagai landasan kepercayaan kita akan sesuatu. Namun pertanyaan sebenarnya adalah: “Seberapa tekunkah mencari? Apa yang akan dilakukan setelah melihat? Seberapa dalam kita berani ‘mencucukkan tangan’?”

Semoga saya semakin tekun dan berani, sebagai seorang Thomas.

Iklan