Tag

, , ,

Masih ingat tulisan saya ini? Silakan baca sebelum meneruskan membaca yang satu ini.

Ya, ini bukan tentang tahun baru masehi, tapi ini tentang tahun baru penanggalan liturgi. Saya tak mau berdebat, saat ini pikiran saya sedang penuh. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dengan gamblang dan dapat diterima menimbulkan kegalauan baru.

Tahun Baru, Bagaimana Resolusi Lama?

Saya sendiri entah membuat resolusi apa tahun ini. Tahun ini adalah tahun dengan tingkatan keimanan terendah sejak saya bergabung dengan komunitas. 10 (sembilan) tahun sejak pengenalan, dan 8 (delapan) tahun semenjak bergabung. Sudah banyak hal yang saya lewati, yang harusnya setiap langkah itu bisa saya ceritakan. Tapi biarlah.

Tak perlu jauh ke belakang, kejadian 2 (dua) tahun ini saja. Tidak ada resolusi, tidak ada semangat untuk maju, tidak ada kemauan untuk sekedar melangkahkan kaki. Tahun kehampaan.

Tahun Baru, Ada yang Belum Selesai?

Pertanyaan bodoh.

Tidak ada resolusi, tidak ada tujuan pasti, tidak ada kemauan melangkahkan kaki. Dan masih bertanya “ada yang belum selesai?”.

Cih.

Tahun Baru, Resolusi Baru?

Belum ada tergambar apa yang bisa dan akan saya lakukan tahun baru ini.

Ini adalah Tahun A, semua bacaan diambil dari tulisan seorang yang memiliki latar belakang sama seperti saya. Bacaan yang mendetail dari seseorang yang terbiasa menuliskan catatan-catatan dalam pekerjaannya sehari-hari, yang berlainan dengan saya.

Tahun Baru, Then…

Saat ini saya merasa kembali ke masa-masa dimana saya menyukai kesendirian.

Meskipun pengakuan atas penyebab ini semua sudah saya sampaikan, tapi masih ada kekosongan yang belum terisi. Entah.

Mungkin saya nikmati saja dulu perasaan ini.

Iklan